22 Februari 2019
Sudah
satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan
baru terealisasi sekarang, yayaya dasar aku !!! Meski baru tersampaikan
sekarang, salah satu momen pencapaian keberhasilan dalam hidup itu masih lekat
di ingatan. Ya, momen dimana nama saya bertambah 4 abjad lebih panjang. Momen dimana
perjuangan orang tua saya berbuah manis. Momen dimana anak desa seperti saya
mendapatkan kesempatan bisa menyandang gelar sarjana yang belum tentu beruntung
didapatkan oleh anak lain.
Jum’at pagi
kala itu, kami semua bersiap memakai baju hitam putih, berjas lengkap,
bersepatu rapi dan siap memasuki aula fakultas untuk mengikuti proses yudisum.
Namun hari itu berbeda seperti suasana 3,5 tahun lalu saat kami bersama-sama
memasuki kampus pertama kali. Hidup terus maju. setiap pertemuan akan menemui
waktu perpisahannya. Sedih sudah pasti, sebagian dari kami harus pergi dulu
untuk meninggalkan kampus, meninggalkan teman-teman yang tertinggal,
meninggalkan kenangan yang hanya mampu disimpan di dalam hati untuk pencapaian
yang baru.
Pak dekan
melepas kami sebagai lulusan alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi melalui
forum yudisium fakultas. Namun satu hari sebelum hari H, ada salah satu dosen
yang menghubungi ponsel HP saya yang mengimbau agar ketika proses yudisium
orang tua saya ikut hadir. Rasa bahagia, bangga, terharu, dan sedih berkecamuk
menjadi satu. Perjuangan saya selama 3,5 tahun menuai hasil. Mata berkaca-kaca
ketika nama saya disebut menjadi lulusan terbaik ke-2 di prodi. Langkah pelan
mulai saya pijakkan untuk maju ke depan sambil diwarnai sorakan dari
teman-teman. Saya berdiri di depan semua audiens bersama teman-teman yang
mendapatkan gelar lulusan terbaik untuk menerima penyematan slempang dan
penerimaan penghargaan dari fakultas. Akan tetapi, orang tua saya kala itu
berhalangan untuk hadir. Jadi, saya berdiri dengan tegap seorang diri untuk menerima
penghargaan itu. But its no problem. Jarak rumah dan kampus juga cukup jauh
kasihan jika mereka harus wara wiri. Dear Bapak dan Ibu, semua pencapaian ini
saya dedikasikan untuk kalian.
Officially, S. Sos
Penyemanatan Slempang dan Penyerahan Penghargaan
Bersama Sekprodi yang baiknya Subhanallah
Teman-teman angkatan yang lulus bareng
kondisi motor pasca kecelakaan haha
Gift dari teman-teman
Bersama 3ple trouble
Bersama teman-teman KKN
Bersama teman-teman kos menyeramkan haha
Seusai prosesi yudisium selesai, rencananya akan diadakan GR di
sport center/gedung yang akan kami pakai untuk wisuda esok. Namun karena
waktunya yang cukup sore dan saya harus mengejar waktu untuk sampai rumah
kembali. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Perjalanan dari Surabaya-Mojokerto kala itu cukup
melelahkan. Rasa capek karena rangkaian acara ceremonial dari pagi membuat
tangan saya mulai melemas saat mengendarai motor. Konsentrasi menurun dan saat
melewati area jalanan sepanjang pabrik, ada truk yang berhenti mendadak karena
satpam menghentikan sebentar sebagai jalan karyawan menyeberang. Sontak saya
kaget dan seketika menarik rem motor. Namun suasana itu benar-benar terjadi
begitu singkat hingga membuat saya hilang kendali. Motor saya berguling dan
untungnya saya langsung mengambil posisi untuk segera bangun dan menghindar. Syukur
alhamdulillah, Tuhan sepertinya masih mengizinkan saya untuk mengikuti proses
wisuda besok dengan kondisi yang sehat. Tidak ada luka yang perlu dikhawatirkan,
hanya memar yang ketika dipijat sudah membaik. Namun motor depan saya rusak
parah karena menabrak belakang truk. Kalau difikir, sebenarnya ini salah saya
yang kurang konsentrasi ketika mengendarai. Tapi supir truknya turun dan
menolong saya bahkan ngasih saya uang untuk perbaikan motor haha. Saya masih
ingat saat itu saya hanya terdiam tanpa kata seperti orang linglung dan
langsung pulang sendiri melanjutkan perjalanan menaiki motor yang sudah rusak
depannya tanpa minum air putih dulu untuk sekedar menenangkan hahaha astaga.
kondisi motor pasca kecelakaan haha
23 Februari 2019
Akhirnya, hari saya dan teman-teman se-angkatan
lulusan yang lain datang. Hari berakhirnya segala kehidupan kami di kampus. Hari
dimana kami benar-benar dilepas sebagai seorang sarjana. Saya datang bersama
keluarga dari rumah. Seperti umumnya wisudawati, saya memakai set kebaya berwarna
cream dan make up natural lengkap dengan pakaian wisuda dan toga. Rasa haru
menyelinap ketika pak rektor memindahkan tali toga sebagai lambang kami
benar-benar sah menjadi alumni. Air mata tiba-tiba menetes ketika grup paduan
suara menyanyikan lagu Hymne UINSA. Lagu yang fenomenal tidak ada yang berubah
dari saat pertama kali saya dengar ketika ospek, hanya saja suasana dan
waktunya yang tak lagi sama. Satu hari wisuda membuat saya berasa menjadi ratu
sehari, karena harus menemui teman-teman yang rela datang untuk sekedar memberi
ucapan selamat bahkan banyak yang baik hati untuk sending a gift. Aawww terharu
terima kasih sayang kalian semua !!! Kata sampai jumpa lebih tepat saya ucapkan
ketika mobil mulai melaju meninggalkan Kota Surabaya dan segala kenangannya,
karena saya yakin suatu saat akan ada kesempatan kita bertemu lagi meski dengan
suasa yang berbeda. Terimakasih Surabaya, terimakasih UINSA, terimakasih
Manajemen Dakwah, terimakasih dosen dan teman-teman semua untuk 3,5 tahun yang
luar biasa ini. Berikut sebagian kecil foto-foto dokumentasi.
Bersama keluarga
Bersama teman-teman Manajemen Dakawah
Bersama Kiki, teman dari zaman cari kos di awal kuliah Gift dari teman-teman
Bersama 3ple trouble
Bersama teman-teman KKN
Bersama teman-teman kos menyeramkan haha










