Jumat, 01 Mei 2020

Sebuah Proses Menulis



Menulis memang salah satu hobi yang dimiliki oleh sebagian orang. Menulis bukan hanya sekedar menuangkan tulisan semata, tapi lebih dari itu menulis merupakan salah satu media penyampaian informasi. Menulis membutukan kreatifitas yang lebih. Kita harus tanamkan pada diri sendiri, bahwa tulisan kita tidak hanya dibaca oleh diri kita sendiri. Kita perlu menciptakan isi tulisan yang menarik untuk membuat orang lain mau membaca tulisan kita.
Saya mulai mengenal dunia menulis sejak duduk di bangku SD. Berawal dari tugas membuat diary harian di bidang study Bahasa Indonesia, akhirnya kebiasaan itu terus berlanjut sampai SMP. Namun ada yang beda ketika saya duduk di bangku SMA, saya sudah jarang lagi memegang pena untuk menggoreskan cerita saya di atas kertas. Kesibukan di sekolah membuat waktu saya terbagi dan jarang memiliki waktu senggang.
Lambat hari, saya merasa ada yang hilang dari diri saya. Ya, saya kehilangan dunia saya yang biasa bersahabat dengan tulisan. Saya rindu dengan bercerita pada sebuah buku kecil yang biasa saya bawa kemana-mana agar tidak ketahuan orang. Saya mulai kehilangan arah. Terkadang, ada beberapa hal yang tidak bisa saya ungkapkan lewat kata dan itu hanya bisa tersampaikan lewat tulisan. Ada kalanya orang bisa berbicara di khalayak umum, namun tidak bisa menuliskan ide dan pemikirannya. Namun ada juga orang yang hanya bisa berbagi lewat tulisan tanpa sanggup berucap di depan banyak orang. Sungguh yang sempurna adalah orang yang bisa memiliki kemampuan keduanya.
Memasuki dunia perkuliahan, saya sadar bahwa dengan tulisan kita bisa berbagi kepada orang banyak, bahkan dengan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Melalui tulisan, ide-ide yang belum sempat tersampaikan di depan umum menjadi terealisasikan. Saya lebih suka menulis ulang tentang pengalaman saya, karena sesuatu yang sudah saya alami dan saya anggap biasa bisa jadi itu merupakan impian orang lain di luar sana. Alhasil, saya bisa berbagi informasi kepada sesama. Saya memutuskan untuk membuat blog pribadi sebagai media untuk menuangkan tulisan saya.  Sebenarnya blog saya masih terbilang baru, mungkin hanya ada sekitar 10 tulisan disana. Jika ingin membaca blog saya, kalian bisa mengunjungi alamat blog saya di oktavianiputridita.blogspot.com.
Proses dunia kepenulisan sangat panjang. Banyak sekali kendala dan lika-liku yang harus saya lalui sebelum akhirnya saya kembali lagi konsisten untuk menulis dan menghasilkan suatu karya. Saya terpanggil untuk menulis lagi ketika saya membaca artikel seseorang, dimana ia bisa menjadi inspirator bagi orang banyak meski dengan cerita sederhananya. Niat saya kala itu, saya hanya ingin berbagi kebaikan kepada semua orang, meski lewat secarik tulisan sederhana yang saya buat.
Banyak orang yang merasa kebingungan untuk mulai menulis. Mereka tidak tau harus memulai darimana. Bahkan ketika mereka sudah menghadap layar laptop atau memegang pena sekalipun, mereka masih bingung harus merangkai kata apa. Sedikit saya akan berbagi mengenai tips menghasilkan suatu tulisan versi saya. Halo pecinta literatur. Pernah nggak kalian merasa kebingungan untuk mulai menulis. Ketika otak kita seakan berhenti sampai tidak tau harus memulai menulis darimana. Bahkan ketika kita sudah menghadap layar laptop atau memegang pena sekalipun, kita masih bingung harus merangkai kata apa. Well, kali ini saya akan berbagi mengenai tips menghasilkan suatu tulisan versi saya.
Pertama, hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menulis adalah suasana. Carilah suasana dan tempat yang senyaman mungkin utnuk memulai menulis. Saya sangat membutuhkan suasana yang rileks, nyaman, dan santai untuk memulai menulis. Saya sulit menemukan inspirasi jika menulis dalam keadaan suasana yang ramai, karena hal tersebut akan membuat konsentrasi saya terpecah. Tempat favorit yang biasa saya gunakan untuk menulis adalah di sudut kamar, dimana disana terdapat meja kerja yang sangat multifungsi. Meja itu memang sedikit berantakan karena terdapat banyak tumpukan tugas kuliah dan beberapa buku. Namun entahlah, hari-hari saya sering saya habiskan disana mulai dari mengerjakan tugas, menulis cerita, bahkan melihat situs-situs di dunia maya.
Kedua, perhatikan mood hati. Tulisan yang tidak sesuai dengan hati, biasanya akan terlihat kacau. Buat hati kalian seenjoy mungkin agar bisa memiliki ikatan dengan tulisan itu sendiri. Mau dipaksakan seperti apa, kalau hati sedang gelisah biasanya akan berdampak buruk pada hasil tulisan kita. Jangan paksakan menulis ketika hati sudah tidak memiliki niat lagi. Dan sebaliknya, jika hati sedang riang bahagia dan ada keinginan untuk menulis, maka segeralah bergegas untuk memulai menuliskan cerita kalian. Hati itu mudah berubah, maka jangan pernah menunda ketika hati sudah ada niatan untuk bergerak.
Ketiga, temukan tema yang menarik untuk diangkat ke dalam tulisan kalian. Kalau memang kalian kesulitan untuk mengusung tema, maka tulis saja pengalaman yang menurut kalian menarik dan layak untuk dibagikan. Kalian juga bisa mengusung tema dari isu-isu yang sedang hangat dibicarakan publik. Pembaca biasanya akan senang mencari info terkait hal yang sedang ramai dibicarakan dan itu akan menjadikan peluang tersendiri agar tulisan kalian dibaca orang. Tuang semu ide yang ada dalam fikiran kalian dan biarkan imajinasi kalian bergerak bebas.
Keempat, buat bahasa yang sesederhana mungkin. Untuk kalian penulis pemula, jangan terburu-buru memikirkan rangkaian kata yang indah untuk menarik pembaca. Kalian cukup menuangkan ide kalian dalam bahasa yang sedehana dan mudah difahami pembaca. Pada intinya yang membuat tulisan itu menarik adalah isinya yang jelasa tanpa harus meraba lebih dalam. Keindahan bahasa dalam tulisan akan tumbuh dengan sendirinya seiring berjalan waktu. Fokus saja pada makna dari tulisan itu sendiri.
Kelima, tambahkan iringan alunan music untuk membuat suasana semakin rileks. Percaya atau tidak percaya, bagi saya music merupakan salah satu pembangkit mood. Saya biasanya memilih music dengan genre pop, karena sesuai dengan usia remaja. Bahasa yang dipakai sesuai dengan kisah kehidupan remaja pada umumnya. Instrumen musiknya juga santai dan enak didengar.
Keenam, persiapkan beberapa snack jika kalian tipe yang suka nyemil. Faktanya jika orang lapar, daya fikir menjadi terhambat dan menurunkan konsentrasi. Saya biasanya menyiapkan beberapa stock camilan di meja belajar saya. Jika saya sudah jenuh dengan layar laptop, saya akan mengalihkan pandangan untuk beristirahat sejenak sambil minum kopi atau mencicipi camilan di sebelah laptop saya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...