Welcome mahasiswa baru Manajemen Dakwah 2018. Selamat buat kalian
yang sudah diterima atau sedang berusaha diterima di prodi ini. Selamat datang
di kehidupan kampus yang gak seindah FTV. Selamat berproses dan berkarya.
Sempat gak sih kebayang saya masuk di Manajemen Dakwah prospek
kerjanya apa? Ini kok manajemen ada dakwahnya sih? Kenapa gak manajemen islam
aja? Sama gak sih kayak prodi manajemen pada umumnya? Terus saya nanti mau jadi
apa kalau lulus?
Well... kalian gak perlu bingung untuk menemukan jawaban dari
pertanyaan itu. Karena di tulisan ini, saya bakal review pengalaman saya selama
jadi mahasiswa prodi Manajemen Dakwah. Wajar aja sih kalau kalian bingung, saya
dulu juga sempat kayak gitu..hehe. Sebelum saya memutuskan buat daftar ulang, saya
sempat shearch beberapa artikel terkait prospek prodi ini.
Kalau boleh cerita sebenarnya saya dulu pinginnya masuk FMIPA,
karena basic SMA saya emang di jurusan IPA. Kalau bicara kenapa dulu pilih jurusan
Manajemen Dakwah saya sebenarnya bingung juga sih. Mungkin ini udah rencana
Tuhan kali ya biar saya jadi salah satu mahasiswa Manajemen Dakwah dan ketemu
sama temen-temen saya sekarang .. haha. Seingat saya, dulu saya udah buntu
banget cobain jalur apapun biar bisa masuk di FMIPA, eh tetep aja gagal. Saya
sempat juga pesimis wahh kayaknya saya gak bisa nih kuliah di kampus negeri
tahun ini. Eh ternyata di kampus yang saya tempati sekarang buka jalur tes
mandiri, yaudah lah ya iseng-iseng daftar dan pilih prodi ini karena saya lihat
daya tampungya banyak..wkwk Kalau kalian tanya apa faedahnya saya nulis artikel
ini, simpel aja sih jawabannya, saya cuman mau nambah kemantapan hati
kalian aja yang lagi bingung karena udah masuk prodi ini... haha
But kalian harus yakin apapun yang terbaik menurut kalian belum
tentu itu baik menurut Tuhan, dan apapun yang buruk buat kalian belum tentu
juga itu buruk menurut Tuhan. So, barangkali di Prodi Manajemen Dakwah ini
emang udah jalan terbaik dari Tuhan buat kalian. Jadi enjoy aja gak usah bawa
pusing. Hidup udah pusing banget, jadi jangan ditambah-tambahin lagi dah.
Pertama, saya gak tau kalian masuk prodi ini karena terpaksa atau
emang udah ada niatan dari awal. Tapi yang jelas ketika kalian liat nama kalian
udah terdaftar sebagai mahasiwa yang lolos di prodi ini, maka berbahagialah.
Jangan kebanyakan mikir dan banyak pertimbangan, nanti cepet tua..haha Saya
yakin kalian pasti udah melalui banyak rintangan sebelum sampai di titik ini, saya
faham kok gimana susahya ngerjain tes masuk kampus buat bisa menyandang status
sebagai mahasiswa. Percaya aja, kalau ini emang rencana Tuhan yang mentakdirkan kalian
sebagai salah satu mahasiswa yang beralmamater Manajemen Dakwah. Ciyee..
Kedua, saya mau jelasin kalau Prodi Manajemen Dakwah itu
sebenarnya sama kayak Prodi Manajemen pada umumnya. Mata kuliah yang diajarkan
juga hampir sama, bedanya hanya di konsentrasi penjurusannya aja. Berhubung saya
angkatan 2015, jadi kurikulum saya ikut yang tahun 15. Saya udah mempelajari
banyak mata kuliah disini, kayak ilmu manajemen dasar, ya termasuk di dalamnya
ada marketing, akuntansi, MSDM, manajemen konflik dan perubahan, teori
organisasi, teori administrasi, perilaku konsumen. Pokoknya banyak deh intinya
terkait mata kuliah manajemen gitu. Saya sebenarnya mau share transkip nilai saya
biar kalian lebih tau apa aja mata kuliah yang udah pernah saya pelajari, tapi
janganlah nilai saya naik turun kayak gunung soalnya..wkwk
Kakak kelas saya konsentrasinya marketing sama SDM, tapi sejak di
kampus saya ada prodi manajemen ekonomi dan bisnis, akhirnya konsentrasinya
dipakai prodi manajemen ekonomi dan konsentrasi di prodi Manajemen Dakwah
berubah menjadi manajemen kelembagaan dan manajemen haji, umroh, dan wisata
religi. Nah kebetulan saya ambil konsentrasi yang kedua, yaitu manajemen haji,
umroh, dan wisata religi. Saya saranin aja sih buat kalian yang orientasinya
profit mending ambil konsentrasi kayak saya aja ... haha, karena kalau
konsentrasi satunya itu cocoknya lebih ke anak yang jiwa sosialnya tinggi gituh. Nah
sementara saya sadar diri banget kalau orientasi saya di profit bisnis wkwk.
Di konsentrasi manajemen haji, umroh, dan wisata religi saya
belajar banyak hal. Mulai dari cara bangun bisnis di bidang umroh, haji, dan
travel, cara marketingnya, operasionalnya, sampai pada teori dan praktek
memandu jama’ah. Secara keseluruhan konsentrasi ini sebenarnya lebih ke arah
membentuk pebisnis umroh atau muthowwif jama’ah gitu. Tapi jangan khawatir,
kalian juga bisa kok kerja di departemen agama bagian haji dan umroh.
Mengenai pertanyaan kalau lulus saya mau jadi apa dong? Jawaban
ini akan kalian temukan sembari kalian menjalani masa-masa perkuliahan nanti.
Selama kalian belum mengenal diri kalian dan belum menemukan passion yang ada
di diri kalian, kalian akan kesulitan menemukan pekerjaan apa yang pas untuk
kalian ke depannya. Kuliah itu mencetak mahasiswa yang siap bersaing di era
global. Bangku kuliah membantu proses pembentukan mindset mahasiswa agar
berpola fikir yang maju, berkembang, dan kritis. Mahasiswa akan terbiasa dengan
deadline waktu, disiplin, bicara di depan orang banyak, melakukan kerja sesuai
target, dan hidup bersama dengan masyarakat yang beragam. Semua itu berawal
dari proses kalian selama ada di bangku kuliah. Kalian akan terbiasa presentasi
di depan kelas, mengerjakan tugas sesuai deadline, dan berorganisasi. Semua
bekal itu yang secara gak sadar akan mengantarkan kalian menuju the real lapangan kerja.
Kompetitor di dunia kerja makin ketat. Saat ini yang dicari bukan
hanya sekedar nilai di atas kertas, tapi yang menjadi proritas adalah skill apa
yang kalian miliki. Kalian akan tersingkir dengan sendirinya kalau kalian tidak
mempunyai karya yang berguna. Skill itu perlu kalian gali dan kalian dapatkan.
Kalian yang punya hobi olahraga, tekuni olahraga siapa tau nanti bisa jadi
atlet terkenal. Kalian yang punya hobi menulis, bikin karya yang banyak agar
bisa jadi penulis hebat. Kalian yang punya hobi menggambar, tekuni dan mulai
buat gambar yang kreatif agar bisa jadi sastrawan atau designer yang terkenal.
Dunia kerja itu keras, kalian jangan terlalu percaya diri dengan
mengandalkan ijazah sajana untuk mendapatkan pekerjaan yang bergengsi. Ribuan
bahkan jutaan sarjana disana juga saling berlomba untuk mendapatkan pekerjaan
yang mapan. Tidak sedikit juga sarjana yang akhirnya menjadi jobless.
Lakukan apapun yang sekiranya bisa kalian kerjakan. Tawaran kerja apapun yang
sekiranya baik dan meningkatkan CV kalian ambil saja. Semua orang butuh proses.
Tidak ada ceritanya kita instan minta jadi manajer di perusahaan. Jika kita
harus memulai karir mulai jadi karyawan kontrak, why not? Toh kalau kalian
kerjanya rajin dan disiplin, penilaian kinerja itu akan semakin bertambah dan
secara tidak langsung bisa menjadi bahan pertimbangan kenaikan jabatan.
Oh ya, hampir lupa satu hal di Prodi Manajemen Dakwah, kalian
juga bakal diajarkan mata kuliah entrepreneurship. Buat kalian yang belum tau
apa itu entrepreneurship, kalian bisa shearch beberapa artikelnya.
Entrepreneurship itu sejenis mata kuliah yang mengajarkan bagaimana memulai
menjadi pengusaha. Biasanya di mata kuliah tersebut, mahasiswa bakalan dikasih
project bikin bisnis kecil-kecilan. Nah saran aja sih, kalian harus
memanfaatkan momen tersebut sebaik mungkin untuk mulai menapakkan kaki di dunia
bisnis. Kenapa harus gitu? Oke saya jawab, jadi pengusaha itu enak banget. Kita
gak bakal tertekan oleh atasan, terbiasa under-pressure, diatur oleh tuntutan
kerja. Kita bisa mengatur jam kerja sesuai apa yang kita inginkan.Yang lebih
kerennya, kita bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Dengan begitu,
angka pengangguran akan sedikit berkurang.
So, intinya apapun jurusan kalian itu gak penting. Jalani aja
dengan enjoy. Kalian bakal sukses dengan waktu kalian sendiri dan jangan
memaksa sukses bersama waktu orang lain. Oh ya, kalau kalian mau tanya-tanya
seputar Prodi Manajemen Dakwah, kalian bisa send email. Insyaallah, saya
membuka informasi yang lebar.
Salam,
OPDAS