Jumat, 11 Mei 2018

Lulusan Manajemen Dakwah Mau Jadi Apa?



Welcome mahasiswa baru Manajemen Dakwah 2018. Selamat buat kalian yang sudah diterima atau sedang berusaha diterima di prodi ini. Selamat datang di kehidupan kampus yang gak seindah FTV. Selamat berproses dan berkarya.
Sempat gak sih kebayang saya masuk di Manajemen Dakwah prospek kerjanya apa? Ini kok manajemen ada dakwahnya sih? Kenapa gak manajemen islam aja? Sama gak sih kayak prodi manajemen pada umumnya? Terus saya nanti mau jadi apa kalau lulus?
Well... kalian gak perlu bingung untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu. Karena di tulisan ini, saya bakal review pengalaman saya selama jadi mahasiswa prodi Manajemen Dakwah. Wajar aja sih kalau kalian bingung, saya dulu juga sempat kayak gitu..hehe. Sebelum saya memutuskan buat daftar ulang, saya sempat shearch beberapa artikel terkait prospek prodi ini.
Kalau boleh cerita sebenarnya saya dulu pinginnya masuk FMIPA, karena basic SMA saya emang di jurusan IPA. Kalau bicara kenapa dulu pilih jurusan Manajemen Dakwah saya sebenarnya bingung juga sih. Mungkin ini udah rencana Tuhan kali ya biar saya jadi salah satu mahasiswa Manajemen Dakwah dan ketemu sama temen-temen saya sekarang .. haha. Seingat saya, dulu saya udah buntu banget cobain jalur apapun biar bisa masuk di FMIPA, eh tetep aja gagal. Saya sempat juga pesimis wahh kayaknya saya gak bisa nih kuliah di kampus negeri tahun ini. Eh ternyata di kampus yang saya tempati sekarang buka jalur tes mandiri, yaudah lah ya iseng-iseng daftar dan pilih prodi ini karena saya lihat daya tampungya banyak..wkwk Kalau kalian tanya apa faedahnya saya nulis artikel ini, simpel aja sih jawabannya, saya cuman mau nambah  kemantapan hati kalian aja yang lagi bingung karena udah masuk prodi ini... haha
But kalian harus yakin apapun yang terbaik menurut kalian belum tentu itu baik menurut Tuhan, dan apapun yang buruk buat kalian belum tentu juga itu buruk menurut Tuhan. So, barangkali di Prodi Manajemen Dakwah ini emang udah jalan terbaik dari Tuhan buat kalian. Jadi enjoy aja gak usah bawa pusing. Hidup udah pusing banget, jadi jangan ditambah-tambahin lagi dah.
Pertama, saya gak tau kalian masuk prodi ini karena terpaksa atau emang udah ada niatan dari awal. Tapi yang jelas ketika kalian liat nama kalian udah terdaftar sebagai mahasiwa yang lolos di prodi ini, maka berbahagialah. Jangan kebanyakan mikir dan banyak pertimbangan, nanti cepet tua..haha Saya yakin kalian pasti udah melalui banyak rintangan sebelum sampai di titik ini, saya faham kok gimana susahya ngerjain tes masuk kampus buat bisa menyandang status sebagai mahasiswa. Percaya aja, kalau ini emang rencana Tuhan yang mentakdirkan kalian sebagai salah satu mahasiswa yang beralmamater Manajemen Dakwah. Ciyee..
Kedua, saya mau jelasin kalau Prodi Manajemen Dakwah itu sebenarnya sama kayak Prodi Manajemen pada umumnya. Mata kuliah yang diajarkan juga hampir sama, bedanya hanya di konsentrasi penjurusannya aja. Berhubung saya angkatan 2015, jadi kurikulum saya ikut yang tahun 15. Saya udah mempelajari banyak mata kuliah disini, kayak ilmu manajemen dasar, ya termasuk di dalamnya ada marketing, akuntansi, MSDM, manajemen konflik dan perubahan, teori organisasi, teori administrasi, perilaku konsumen. Pokoknya banyak deh intinya terkait mata kuliah manajemen gitu. Saya sebenarnya mau share transkip nilai saya biar kalian lebih tau apa aja mata kuliah yang udah pernah saya pelajari, tapi janganlah nilai saya naik turun kayak gunung soalnya..wkwk
Kakak kelas saya konsentrasinya marketing sama SDM, tapi sejak di kampus saya ada prodi manajemen ekonomi dan bisnis, akhirnya konsentrasinya dipakai prodi manajemen ekonomi dan konsentrasi di prodi Manajemen Dakwah berubah menjadi manajemen kelembagaan dan manajemen haji, umroh, dan wisata religi. Nah kebetulan saya ambil konsentrasi yang kedua, yaitu manajemen haji, umroh, dan wisata religi. Saya saranin aja sih buat kalian yang orientasinya profit mending ambil konsentrasi kayak saya aja ... haha, karena kalau konsentrasi satunya itu cocoknya lebih ke anak yang jiwa sosialnya tinggi gituh. Nah sementara saya sadar diri banget kalau orientasi saya di profit bisnis wkwk.
Di konsentrasi manajemen haji, umroh, dan wisata religi saya belajar banyak hal. Mulai dari cara bangun bisnis di bidang umroh, haji, dan travel, cara marketingnya, operasionalnya, sampai pada teori dan praktek memandu jama’ah. Secara keseluruhan konsentrasi ini sebenarnya lebih ke arah membentuk pebisnis umroh atau muthowwif jama’ah gitu. Tapi jangan khawatir, kalian juga bisa kok kerja di departemen agama bagian haji dan umroh.
Mengenai pertanyaan kalau lulus saya mau jadi apa dong? Jawaban ini akan kalian temukan sembari kalian menjalani masa-masa perkuliahan nanti. Selama kalian belum mengenal diri kalian dan belum menemukan passion yang ada di diri kalian, kalian akan kesulitan menemukan pekerjaan apa yang pas untuk kalian ke depannya. Kuliah itu mencetak mahasiswa yang siap bersaing di era global. Bangku kuliah membantu proses pembentukan mindset mahasiswa agar berpola fikir yang maju, berkembang, dan kritis. Mahasiswa akan terbiasa dengan deadline waktu, disiplin, bicara di depan orang banyak, melakukan kerja sesuai target, dan hidup bersama dengan masyarakat yang beragam. Semua itu berawal dari proses kalian selama ada di bangku kuliah. Kalian akan terbiasa presentasi di depan kelas, mengerjakan tugas sesuai deadline, dan berorganisasi. Semua bekal itu yang secara gak sadar akan mengantarkan kalian menuju the real lapangan kerja.
Kompetitor di dunia kerja makin ketat. Saat ini yang dicari bukan hanya sekedar nilai di atas kertas, tapi yang menjadi proritas adalah skill apa yang kalian miliki. Kalian akan tersingkir dengan sendirinya kalau kalian tidak mempunyai karya yang berguna. Skill itu perlu kalian gali dan kalian dapatkan. Kalian yang punya hobi olahraga, tekuni olahraga siapa tau nanti bisa jadi atlet terkenal. Kalian yang punya hobi menulis, bikin karya yang banyak agar bisa jadi penulis hebat. Kalian yang punya hobi menggambar, tekuni dan mulai buat gambar yang kreatif agar bisa jadi sastrawan atau designer yang terkenal.
Dunia kerja itu keras, kalian jangan terlalu percaya diri dengan mengandalkan ijazah sajana untuk mendapatkan pekerjaan yang bergengsi. Ribuan bahkan jutaan sarjana disana juga saling berlomba untuk mendapatkan pekerjaan yang mapan. Tidak sedikit juga sarjana yang akhirnya menjadi jobless. Lakukan apapun yang sekiranya bisa kalian kerjakan. Tawaran kerja apapun yang sekiranya baik dan meningkatkan CV kalian ambil saja. Semua orang butuh proses. Tidak ada ceritanya kita instan minta jadi manajer di perusahaan. Jika kita harus memulai karir mulai jadi karyawan kontrak, why not? Toh kalau kalian kerjanya rajin dan disiplin, penilaian kinerja itu akan semakin bertambah dan secara tidak langsung bisa menjadi bahan pertimbangan kenaikan jabatan.
Oh ya, hampir lupa satu hal di Prodi Manajemen Dakwah, kalian juga bakal diajarkan mata kuliah entrepreneurship. Buat kalian yang belum tau apa itu entrepreneurship, kalian bisa shearch beberapa artikelnya. Entrepreneurship itu sejenis mata kuliah yang mengajarkan bagaimana memulai menjadi pengusaha. Biasanya di mata kuliah tersebut, mahasiswa bakalan dikasih project bikin bisnis kecil-kecilan. Nah saran aja sih, kalian harus memanfaatkan momen tersebut sebaik mungkin untuk mulai menapakkan kaki di dunia bisnis. Kenapa harus gitu? Oke saya jawab, jadi pengusaha itu enak banget. Kita gak bakal tertekan oleh atasan, terbiasa under-pressure, diatur oleh tuntutan kerja. Kita bisa mengatur jam kerja sesuai apa yang kita inginkan.Yang lebih kerennya, kita bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Dengan begitu, angka pengangguran akan sedikit berkurang.
So, intinya apapun jurusan kalian itu gak penting. Jalani aja dengan enjoy. Kalian bakal sukses dengan waktu kalian sendiri dan jangan memaksa sukses bersama waktu orang lain. Oh ya, kalau kalian mau tanya-tanya seputar Prodi Manajemen Dakwah, kalian bisa send email. Insyaallah, saya membuka informasi yang lebar.

Salam,
OPDAS

Rabu, 02 Mei 2018

Generasi Salah Fokus


Sekitar tiga hari yang lalu, gw liat video yang bikin miris generasi bangsa.   Ceritanya gw pas lagi buka akun instagram, nah di salah satu akun yang gw follow itu posting video tentang kelakuan anak zaman sekarang. Jadi di video itu ada sepasang laki dan perempuan yang masih pakai seragam SD yang melakukan adegan yang tidak wajar (semacam porno gitu). Gw langsung kaget banget waktu liat video itu menyebar di sosial media. Yang ada di fikiran gw saat itu kok bisa mereka melakukan adegan yang nggak seharusnya mereka lakuin di usia anak-anak. Apalagi mereka masih duduk di bangku SD dan si anak perempuannya juga pakai hijab. Yang gw sesali kenapa pendidikan zaman sekarang jadi miris kayak gini. Seharusnya anak SD dilarang bawa gadget ke sekolah dan guru juga bisa mantau perkembangan muridnya. Tapi mereka justru melakukan aksi yang gak sepantasnya itu di depan temen-temen mereka sambil di video rame-rame. Bahkan mereka yang ngelakuin juga ketawa bahagia seperti tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Gw sempet mikir ini anak SD udah kayak kucing yang kawinan aja. Banyak komentar dari netizen yang memenuhi postingan itu. Mereka pada bilang kenapa wajahnya gak disensor sih? Ini gurunya pada kemana masak gak tau ulah muridnya kayak gini? Kasihan dia kalau dewasa menanggung aib malu. Tangan gw juga gatel mau ikutan komentar, gw akhirnya komen kalau dulu aja gw waktu SD main sama temen cowok dicie-ciein aja udah malu banget, ini malah dia melakukan aksi yang benar-benar di luar batas. Tapi video postingan itu sekarang udah hilang kayaknya sih udah dihapus sama adminnya, ya mungkin untuk menghindari hal yang tidak diinginkan lagi untuk ke depannya.
Waktu gw liat video itu, yang ada di benak gw cuman sedih gitu liatnya. Segitu parahkah generasi bangsa ini? Mereka yang masih sangat dini bisa mengerti dan mempraktekkan aksi yang seharusnya bahkan belum pantas mereka ketahui. Memang kita gak bisa menyalahkan pihak siapapun disini, karena sosial media tempatnya orang banyak. Netizen juga parah kalau nyindir. Tapi intinya sebagai generus bangsa, kita harus peduli dengan perkembangan generasi kita selanjutnya. Kita pasti mengharapkan generasi kita yang selanjutnya lebih baik lagi dan bisa melengkapi apa-apa yang masih kurang pada generasi kita, bukan justru mereka makin merusak moral bangsa dengan perbuatannya yang kelewat batas.
Entah itu faktor mereka yang terlalu kecanduan dengan gadget, sehingga mereka salah fokus menuju konten yang negatif atau mungkin faktor lingkungannya yang kurang begitu baik. Kadang gw juga mikir, semakin kesini film kartun anak-anak yang ada di tv kenapa mulai menghilang. Setiap hari yang gw liat perasaan sinetron rumah tangga yang ujung-ujungnya selalu ada pertengkaran. Meskipun itu konten orang dewasa, kadang secara tidak langsung anak-anak juga ikutan lihat sinetron itu. Apa jadinya generasi kita selanjutnya kalau tiap hari anak-anak disajikan dengan sinetron konflik rumah tangga?
Pendidikan seharusnya menjadi tempat untuk membangun moral anak sejak dini, tapi mereka justru melakukan hal tidak terpuji itu dengan almamater seragam yang masih dikenakan. Peran orang tua dan guru sangat penting untuk membentuk moral generasi penerus bangsa. Penggunaan gadget harus bisa diatur semaksimal mungkin, orang tua harus bisa mengawasi konten-konten mana yang gak patut diliat oleh anak, dan guru juga perlu memperhatikan perilaku murid di sekolah. 

Oh ya Selamat Hari Pendidikan Untuk Kita Semua. Semoga pendidikan di negara kita semakin maju ke depannya

Salam
OPDAS  


Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...