Jumat, 27 April 2018

Remaja Dilarang Bahagia




Agak aneh emang ya judulnya...
            Jadi selepas saya ada matkul di sore hari, tiba-tiba arah pandangan saya menuju ke tembok depan musholla gitu. Eh pas saya liatin secara teliti, eh asli sadis banget cuy. Ya kali remaja dilarang bahagia gitu. Ini yang nulis kayaknya agak frustasi anaknya..wkwk. Padahal yang saya tau sih kerjaan anak remaja tuh rata-rata pada foya-foya gitu kan. Tapi saya akhirnya mikir sembari turun tangga dari fakultas. Ada benernya juga sih remaja gak boleh bahagia. Intinya mumpung masih muda, sibukin diri kalian untuk menyambut masa tua. Kalian pasti gak mau dong di masa tua baru terasa susah payah banting pulang ?
            Kadang saya mikir sih, emang saya kayak gak punya long term tujuan hidup yang jelas gitu buat ke depannya. Intinya hidup saya ya enjoy aja buat dijalanin. Sebenarnya ada planning cuman mungkin sebatas short term aja, karena bisa aja nanti saya labil sama pilihan saya sendiri. Tapi over all yang paling penting bagi saya saat ini buruan kelarin sarjana aja dulu. Kalau selesai kuliah, saya pasti bisa berkreasi bebas mau berkarya atau berkarir kemanapun. Sebenarnya ada juga terbesit keinginan lanjut di magister manajemen. Cuman karena saya mikir masa sampai tua bebanin orang tua melulu. Adik saya juga masih butuh nerusin pendidikannya. Siapa sih yang gak pingin sukses dengan kakinya sendiri dan bisa bahagian orang tua.
            Kalau udah nyampe di fikiran kayak gini, rasanya saya mau menghentikan perdebatan di otak , cause I think I got the answers: Pertama, belajar yang rajin, usaha yang maksimal, dan doa yang banyak. Apapun hasilnya nanti, saya percaya itu udah jalan terbaik dari Tuhan. Percuma aja kita udah planning sebaik mungkin, tapi kalau belum rejeki mau bilang apa. Kedua, ambil  peluang yang ada selagi itu ada manfaat positifnya. Jadi sebenarnya saya lagi ada tawaran proyek kerjaan gitu sekarang. saya sempat mikir lama mau ambil nggak karena terlalu banyak pertimbangan. Finally, saya mutusin kalau saya ambil tawaran itu. Gak usah mikir apa nanti mampu gak jalaninya. Percayakan semua pada Tuhan. Selagi ada kesempatan, ambil aja dan pergunakan sebaik mungkin, karena bisa jadi  itu rejeki yang dikasih sama Tuhan. 
            Kalau orang bilang tuh yang penting kita optimis aja. saya yakin aja sama masa depan saya udah diatur sama Tuhan. Semua pasti manis dan indah pada waktunya heuheu... saya mau fokus ke kuliah aja yang paling penting, karena saya fikir gak semua remaja bisa dapat kesempatan untuk duduk di bangku kuliah kayak saya sekarang. Entah nanti saya bakal jadi scientist ataupun wirausaha yang berlatar belakang science saya gak peduli. Karena orang-orang yang sukses biasanya datang dari experience mereka. saya udah pernah ngerasain gimana susahnya cari duit. Pagi-siang saya pernah keliling kota dari ujung selatan ke ujung utara dan bahkan masih dilanjut sampai malam untuk simulasi hasil kerjaannya. saya juga pernah jualan iseng-iseng gitu kayak anak remaja sekarang yang main gadget buat tambah uang saku.Alhasil emang lumayanr sih labanya, ya lumayan lah buat beli baju atau bedak gitu. Cuman saya aja yang gak begitu nekunin secara mendalam.
Dari semua pengalaman yang pernah didapat, akhirnya saya bisa berkata kalau jadi wirausaha itu enak daripada kita harus kerja sama orang. Keuntungan bisa kita miliki sendiri, kita juga lebih punya banyak waktu untuk me-time. Karena kalau kita usaha ya terserah kita sendiri mau nentuin jam operasionalnya kapan aja. Tapi kalau kerja ikut orang, kita harus terbiasa kerja under-pressure. Mau gak mau sebagai pegawai wajib dong naati peraturan yang sudah ada. Kalau lhu semua gak terbiasa dengan yang namanya disiplin dan toleransi antar sesama pasti lhu bakal tereliminasi dengan sendirinya. Tapi semua kembali pada individunya masing-masing sih. Kadang ada orang yang lebih suka status posisi kerja yang jelas di suatu perusahaan misal daripada status kerjaannya yang wiraswasta yang gak pasti penghasilannya. Gw mungkin bakal bahas kenapa wirausaha itu penting di tulian selanjutnya. Tapi intinya saya rasa semua orang bisa jadi wirausaha, tergantung seberapa kuat dia tahan banting buat jatuh bangun aja. Sekarang zamannya udah maju, kalian juga bisa jual barang secara online atau cuman jadi reseller aja, tapi harus amanah ya.
I think, I just wanna share my experience. Intinya buat kalian para remaja yang masih pesimis. Ayo semangat!! Masih muda harus bermental baja. Sebenarnya nggak ada alasan untuk putus asa, karena jalan itu terbuka lebar tinggal lhu aja yang mau berusaha atau nggak. Tapi pesen saya optimis boleh, asal jangan ambisius aja biar kalian tau gimana rasanya ikhlas dan tahan banting dalam menghadapi persaingan. Pede boleh, asal jangan kepedean. Nanti lhu yang bakal kecewa akhirnya. 

Salam,
OPDAS

Sabtu, 21 April 2018

Peran Pendidikan Karakter di Era Generasi Milenial




            Pendidikan bukan suatu hal yang asing lagi. Semua orang membutuhkan pendidikan untuk bergerak maju. Pendidikan menjadi jembatan antara yang gelap dan yang terang. Generasi milenial membutuhkan pendidikan yang modern sesuai eranya. Pendidikan saat ini tentu berbeda dengan pendidikan di zaman nenek moyangnya. Pendidikan bukan soal nilai di atas kertas, tapi lebih dari itu adalah tentang pendidikan yang bisa mengubah pola fikir anak bangsa. Waktu terus berjalan dan perkembangan dunia terus terjadi. Kita perlu mempersiapkan diri sendiri untuk menghadapi perubahan zaman.
            Lalu buat apa sih tujuan kalian menggapai pendidikan yang tinggi. Kalian yang jauh-jauh ke luar kota, bahkan ke luar negeri cuman untuk nerusin sekolah. Memang gak semua pelajaran yang ada di sekolah itu bakal kepake di dunia nyata. Tapi basic dari apa yang sudah dterapkan di sekolah yang akan kita butuhkan di dunia nyata. Koneksi yang luas, wawasan yang berkembang tentang lingkungan, pola fikir yang maju, terbiasa deadline dengan tugas, menyampaikan ide dan pendapat di depan umum, public speaking saat presentasi, kerja kelompok, berorganisasi. Semua itu hanya akan kita daptkan melalui pendidikan.
            Semua budaya yang sudah diterapkan di dunia pendidikan secara nggak sadar akan membangun mindset dan pola fikir kita untuk bergerak maju. Saat ini, yang kita butuhkan bukan tentang berapa nilai kita di atas kertas, tapi tentang sudah siapkah kita menghadapi dunia nyata? Pendidikan karakter sangat kita butuhkan untuk membangun pola fikir yang luas. Sikap tolong menolong, saling menerima perbedaan, dan hidup damai dengan banyak orang yang berbeda perlu kita jaga demi perdamaian bangsa.
            Passion juga diperlukan dalam pendidikan. Lakukan apapun yang menurut kalian itu baik dan berguna di masa depan. Ikuti semua kegiatan ekstra yang ada di sekolah atau kampus. Budayakan hidup berorgaisasi dan berbaur dengan orang banyak. Karena koneksi   yang sudah terjalin baik akan mengantarkanmu ke masa depan. Buat hari-hari kalian menjadi sibuk dengan mencoba hal-hal yang baru. Jangan isi masa muda dengan malas-malasan, foya-foya, ataupun melakukan hal yang kurang berguna. Buat capek dan susah masa muda kalian untuk menuai keberhasilan di masa tua. Kalian pasti gak mau harus bekerja keras di usia lanjut kalian nanti.
            Passion juga bisa mengarahkan pada pekerjaan kalian. Apapun yang kalian suka, tekuni dan pelajari dengan gigih. Banyak orang yang suka nulis yang akhirnya menjadi profesi untuk memenuhi financial hidup. Banyak orang yang suka desain akhirnya menjadi desainer terkenal karena karya-karyanya. Bahkan menyanyi yang awalnya sebagai hobi biasa juga bisa menjadi profesi yang cukup menjanjikan. Jangan takut untuk memulai sesuatu perubahan. Karena segala sesuatu pasti diawali dengan masa-masa sulit terlebih dahulu. Nggak ada ceritanya orang tibaa-tiba sukses dan terkenal. Semua itu perlu proses. Tugas kalian hanya perlu menjalani dan menikmati proses tersebut.
            Investasi terbesar di masa depan bukan berasal dari harta orang tua kalian, bukan dari seberapa luas apartemen dan rumah kalian, atau seberapa bagus mobil yang kalian gunakan. Tapi investasi yang paling penting adalah pendidikan yang kalian miliki. Pendidikan akan terus berguna sampai kalian tua. Ilmu dan wawasan yang kalian miliki akan berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Kalau ada anak yang malas sekolah, maka jangan pernah salahin sekolahnya. Tapi kita perlu membenahi mindsetnya untuk diubah lebih baik lagi.

KARTINI MASA KINI




Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya”. R.A KARTINI
            Saya kira kutipan R.A Kartini beberapa tahun lalu yang saya baca hari ini sangat relevan dengan pendidikan zaman sekarang. Semboyan habis gelap terbitlah terang menjunjung tinggi emansipasi seluruh perempuan Indonesia. R.A Kartini mampu menginspirasi mindset perempuan untuk berkarya dan memiliki pendidikan yang lebih baik. R.A Kartini merupakan tokoh yang sangat peduli dengan nasib perempuan di Indonesia. Bahkan mengenai pendidikan, R.A Kartini juga pernah mendidikan sekolah Kartini untuk perempuan Indonesia.
            Perempuan yang telah mendapatkan pendidikan tinggi, pengetahuan, dan wawasan tentang lingkungannya luas akan berbeda. Ia tak akan sama lagi dengan sebelumnya. Ia akan terus tumbuh dan berfikir lebih maju. Wanita yang seperti ini akan sulit dipaksa untuk hidup seperti nenek moyangnya. Ia tau apa yang harus dilakukannya, bahkan ia juga tau apa yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya.
Pendidikan membuat pemikiran manusia menjadi lebih berkembang dan maju. Melalui pendidikan, olah fikir kita akan berubah menjadi lebih baik. Pendidikan bukan tentang nilai lagi, tapi tentang mental dan perubahan mindset yang kita butuhkan untuk menghadapi perubahan era zaman. Pendidikan menghapus perbedaaan gender yang ada di dunia. Perempuan berhak mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Entah ia akan menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, yang jelas perempuan perlu mendapatkan pendidikan yang tinggi. Perempuan yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas, karena pendidikan anak bermula dari ibunya.
Makna Kartini sangat luas jika kita lihat di era saat ini, tinggal kalian yang memilih ingin menjadi Kartini yang seperti apa. Perempuan di sekolah yang mendidik puluhan anak setiap harinya adalah seorang Kartini yang luar biasa. Wanita karir yang menginspiratif, namun tidak lupa dengan kodratnya sebagai istri yang selalu patuh terhadap suaminya adalah Kartini masa kini yang luar biasa. Wanita yang ada di rumah dan selalu mengurus kebutuhan keluarga, anak, dan suaminya juga Kartini yang luar biasa. Wanita paruh baya yang tetap beekrja untuk membantu suaminya mencukupi kebutuhan rumah tangga adalah Kartini yang luar biasa.
Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan tangguh di Indonesia dimanapun kalian berada. Mari kita resapi makna Hari Kartini dengan berusaha menjadi perempuan hebat yang mampu menginspirasi, tangguh, berkarya, namun tetap mengingat kodratnya. Jadilah Kartini masa kini yang lebih baik lagi.

Jumat, 06 April 2018

Consumer Attitude


 Sikap konsumen adalah pikiran atau pandangan konsumen yang menggambarkan kepercayaan terhadap manfaat yang baik dari produk. Sikap konsumen dapat bertahan dari waktu ke waktu. Jika konsumen sudah mulai percaya terhadap manfaat yang diberikan sebuah produk, maka konsumen akan bersikap untuk selalu setia dari waktu ke waktu dalam menggunakan produk tersebut. Namun, Jika produk tersebut tidak memberikan manfaat yang baik, maka sikap konsumen tidak akan mau untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.
Kosumen akan memutuskan mana iklan yang akan dilihat, website yang akan dituju, dan produk yang akan dibeli. Komponen pemikiran dari sikap konsumen bisa dipengaruhi oleh pikiran konsumen dan keyakinan konsumen tentang objek yang dilihat. Sikap konsumen memiliki tiga komponen, yaitu:
1.      Komponen Kognitif
Komponen Kognitif adalah apa yang dipikirkan konsumen atau kepercayaan seorang konsumen terhadap suatu obyek atau produk.
Contoh: Seseorang menggunakan produk kecantikan untuk menghilangkan jerawat, noda hitam, serta mencerahkan wajahnya. Konsumen sebenarnya belum pernah tau dan menggunakan produk tersebut, tetapi ia tetap membeli. Hal tersebut terjadi dikarenakan faktor kepercayaan terhadap iklan yang ada di tv.
2.      Komponen Afektif
                    Komponen Afektif adalah apa yang dirasakan konsumen atau suatu persaan emosi atau kecewa dari sikap konsumen terhadap obyek atau produk.
Contoh : Seorang konsumen yang percaya akan produk kecantikan melalui  iklan tv, dan akhirnya ia tidak cocok menggunakan produk tersebut. Produk tersebut mengakibatkan dampak negatif terhadap dirinya. Lalu, Seorang konsumen tersebut menjadi marah dengan hasil yang tidak diinginkan dari dirinya.
3.      Komponen Perilaku
                 Komponen Perilaku adalah apa yang konsumen lakukan atau niat untuk bersikap atau bertingkah laku dari seorang konsumen dengan cara tertentu terhadap suatu obyek atau produk.
                 Contoh : Jika seorang konsumen kecewa terhadap produk kecantikan yang ia gunakan, maka seorang konsumen akan melakukan suatu perilaku untuk behenti menggunakan poduk kecantikan tersebut dan berusaha mencari solusi poduk terbaik yang cocok untuk kulit wajahnya.
Dasar – dasar sikap
Beberapa sikap didasarkan pada informasi yang telah diteliti. Jadi, jika kamu sedang merencanakan sebuah perjalanan ke bioskop dan perlu untuk menentukan film mana yang akan dilihat, kamu mungkin membaca tinjauan-tinjauan publik atau meminta rekomendasi teman. Informasi yang telah kamu kumpulkan akan tersedia sebagai dasar untuk membentuk sikapmu terhadap filmnya, bahkan sebelum kamu melihatnya.
Pendeketan kedua mengusulkan, bahwa sikap dibentuk oleh perasaan atau firasat. Kita membentuk sikap terhadap beberapa produk dengan mencobanya. Hal ini biasanya terjadi pada produk-produk yang murah. Sebagai contoh jika kamu ingin menemukan vanila coca-cola, jalan termudahnya adalah membelinya, mencobanya, dan menentukannya. Meskipun sikap sendiri mungkin tidak memprediksikan tingkah laku, hal ini masih menjadi konsep yang sangat kuat dalam pemasaran. Jika kita sanggup untuk mempengaruhi sikap konsumen, maka kita bisa mempengaruhi penjualan secara langsung.
Dua kelompok variabel telah menunjukkan bisa mempengaruhi komunikasi pada sikap konsumen. Pertama, sumber kepercayaan dan ketertarikan sangat penting untuk merubah sikap. Jika informasi disediakan oleh seseorang yang dipercaya dan dihargai oleh konsumen, maka pesan yang meraka sampaikan akan mudah dipercaya. Untuk alasan ini, banyak pesan-pesan pemasaran disampaikan oleh orang-orang dengan beberapa jenis keahlihan, seperti seorang dokter gigi yang sedang memuji keunggulan pasta gigi colgate. Sebagai konsumen, kita harus memastikan akurat kepercayaan sumber tersebut.
Grup dari variabel kedua berhubungan dengan pesan itu sendiri. Hal itu termasuk  aspek persepsi dari memperhatikan, seperti elemen visual atau kejelasan, aspek mempelajari dan mengingat seperti pengulangan, 1 vs 2 sisi argumen, atau perbandingan periklanan, dan aspek ketertarikan seperti emosi, hasrat, humor, dan perasaan takut.            
Ketika sebuah pesan itu kompleks, atau ketika terdapat kecocokan antara produk dan pendukung, pembicara akan menjadi lebih terpercaya. Ada beberapa faktor yang secara negatif dapat mempengaruhi kepercayaan pembicara. yang pertama merupakan keterlampauan dan dapat terjadi ketika seorang pembicara menyokong terlalu banyak produk pada satu tingkat dalam karirnya. Pemain basket Michael Jordan menyokong kira-kira 37 produk, dia sangat puas dengan menjadi seseorang yang mencolok. Hal ini akan mengurangi ketertarikan dari iklan ketika jordan menjadi pembicaranya.

A reference from hayden Noel. Consumer Behaviour. (Switzerland: AVA Publishing SA. 2009)

Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...