Jumat, 06 April 2018

Consumer Attitude


 Sikap konsumen adalah pikiran atau pandangan konsumen yang menggambarkan kepercayaan terhadap manfaat yang baik dari produk. Sikap konsumen dapat bertahan dari waktu ke waktu. Jika konsumen sudah mulai percaya terhadap manfaat yang diberikan sebuah produk, maka konsumen akan bersikap untuk selalu setia dari waktu ke waktu dalam menggunakan produk tersebut. Namun, Jika produk tersebut tidak memberikan manfaat yang baik, maka sikap konsumen tidak akan mau untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.
Kosumen akan memutuskan mana iklan yang akan dilihat, website yang akan dituju, dan produk yang akan dibeli. Komponen pemikiran dari sikap konsumen bisa dipengaruhi oleh pikiran konsumen dan keyakinan konsumen tentang objek yang dilihat. Sikap konsumen memiliki tiga komponen, yaitu:
1.      Komponen Kognitif
Komponen Kognitif adalah apa yang dipikirkan konsumen atau kepercayaan seorang konsumen terhadap suatu obyek atau produk.
Contoh: Seseorang menggunakan produk kecantikan untuk menghilangkan jerawat, noda hitam, serta mencerahkan wajahnya. Konsumen sebenarnya belum pernah tau dan menggunakan produk tersebut, tetapi ia tetap membeli. Hal tersebut terjadi dikarenakan faktor kepercayaan terhadap iklan yang ada di tv.
2.      Komponen Afektif
                    Komponen Afektif adalah apa yang dirasakan konsumen atau suatu persaan emosi atau kecewa dari sikap konsumen terhadap obyek atau produk.
Contoh : Seorang konsumen yang percaya akan produk kecantikan melalui  iklan tv, dan akhirnya ia tidak cocok menggunakan produk tersebut. Produk tersebut mengakibatkan dampak negatif terhadap dirinya. Lalu, Seorang konsumen tersebut menjadi marah dengan hasil yang tidak diinginkan dari dirinya.
3.      Komponen Perilaku
                 Komponen Perilaku adalah apa yang konsumen lakukan atau niat untuk bersikap atau bertingkah laku dari seorang konsumen dengan cara tertentu terhadap suatu obyek atau produk.
                 Contoh : Jika seorang konsumen kecewa terhadap produk kecantikan yang ia gunakan, maka seorang konsumen akan melakukan suatu perilaku untuk behenti menggunakan poduk kecantikan tersebut dan berusaha mencari solusi poduk terbaik yang cocok untuk kulit wajahnya.
Dasar – dasar sikap
Beberapa sikap didasarkan pada informasi yang telah diteliti. Jadi, jika kamu sedang merencanakan sebuah perjalanan ke bioskop dan perlu untuk menentukan film mana yang akan dilihat, kamu mungkin membaca tinjauan-tinjauan publik atau meminta rekomendasi teman. Informasi yang telah kamu kumpulkan akan tersedia sebagai dasar untuk membentuk sikapmu terhadap filmnya, bahkan sebelum kamu melihatnya.
Pendeketan kedua mengusulkan, bahwa sikap dibentuk oleh perasaan atau firasat. Kita membentuk sikap terhadap beberapa produk dengan mencobanya. Hal ini biasanya terjadi pada produk-produk yang murah. Sebagai contoh jika kamu ingin menemukan vanila coca-cola, jalan termudahnya adalah membelinya, mencobanya, dan menentukannya. Meskipun sikap sendiri mungkin tidak memprediksikan tingkah laku, hal ini masih menjadi konsep yang sangat kuat dalam pemasaran. Jika kita sanggup untuk mempengaruhi sikap konsumen, maka kita bisa mempengaruhi penjualan secara langsung.
Dua kelompok variabel telah menunjukkan bisa mempengaruhi komunikasi pada sikap konsumen. Pertama, sumber kepercayaan dan ketertarikan sangat penting untuk merubah sikap. Jika informasi disediakan oleh seseorang yang dipercaya dan dihargai oleh konsumen, maka pesan yang meraka sampaikan akan mudah dipercaya. Untuk alasan ini, banyak pesan-pesan pemasaran disampaikan oleh orang-orang dengan beberapa jenis keahlihan, seperti seorang dokter gigi yang sedang memuji keunggulan pasta gigi colgate. Sebagai konsumen, kita harus memastikan akurat kepercayaan sumber tersebut.
Grup dari variabel kedua berhubungan dengan pesan itu sendiri. Hal itu termasuk  aspek persepsi dari memperhatikan, seperti elemen visual atau kejelasan, aspek mempelajari dan mengingat seperti pengulangan, 1 vs 2 sisi argumen, atau perbandingan periklanan, dan aspek ketertarikan seperti emosi, hasrat, humor, dan perasaan takut.            
Ketika sebuah pesan itu kompleks, atau ketika terdapat kecocokan antara produk dan pendukung, pembicara akan menjadi lebih terpercaya. Ada beberapa faktor yang secara negatif dapat mempengaruhi kepercayaan pembicara. yang pertama merupakan keterlampauan dan dapat terjadi ketika seorang pembicara menyokong terlalu banyak produk pada satu tingkat dalam karirnya. Pemain basket Michael Jordan menyokong kira-kira 37 produk, dia sangat puas dengan menjadi seseorang yang mencolok. Hal ini akan mengurangi ketertarikan dari iklan ketika jordan menjadi pembicaranya.

A reference from hayden Noel. Consumer Behaviour. (Switzerland: AVA Publishing SA. 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...