Sikap konsumen adalah
pikiran atau pandangan konsumen yang menggambarkan kepercayaan terhadap manfaat
yang baik dari produk. Sikap konsumen dapat bertahan dari waktu ke waktu. Jika konsumen
sudah mulai percaya terhadap manfaat yang diberikan sebuah produk, maka
konsumen akan bersikap untuk selalu setia dari waktu ke waktu dalam menggunakan
produk tersebut. Namun, Jika produk tersebut tidak memberikan manfaat yang
baik, maka sikap konsumen tidak akan mau untuk membeli dan menggunakan produk
tersebut.
Kosumen
akan memutuskan mana iklan yang akan dilihat, website yang akan dituju, dan produk
yang akan dibeli. Komponen pemikiran dari sikap konsumen bisa dipengaruhi oleh
pikiran konsumen dan keyakinan konsumen tentang objek yang dilihat. Sikap konsumen
memiliki tiga komponen, yaitu:
1. Komponen
Kognitif
Komponen
Kognitif adalah apa yang dipikirkan konsumen atau kepercayaan seorang konsumen
terhadap suatu obyek atau produk.
Contoh: Seseorang
menggunakan produk kecantikan untuk menghilangkan jerawat, noda hitam, serta mencerahkan
wajahnya. Konsumen sebenarnya belum pernah tau dan menggunakan produk tersebut,
tetapi ia tetap membeli. Hal tersebut terjadi dikarenakan faktor kepercayaan terhadap
iklan yang ada di tv.
2. Komponen
Afektif
Komponen Afektif adalah apa yang
dirasakan konsumen atau suatu persaan emosi atau kecewa dari sikap konsumen
terhadap obyek atau produk.
Contoh
: Seorang konsumen yang percaya akan produk kecantikan melalui iklan tv, dan akhirnya ia tidak cocok
menggunakan produk tersebut. Produk tersebut mengakibatkan dampak negatif
terhadap dirinya. Lalu, Seorang konsumen tersebut menjadi marah dengan hasil
yang tidak diinginkan dari dirinya.
3.
Komponen
Perilaku
Komponen Perilaku adalah apa
yang konsumen lakukan atau niat untuk bersikap atau bertingkah laku dari
seorang konsumen dengan cara tertentu terhadap suatu obyek atau produk.
Contoh : Jika seorang konsumen kecewa
terhadap produk kecantikan yang ia gunakan, maka seorang konsumen akan melakukan
suatu perilaku untuk behenti menggunakan poduk kecantikan tersebut dan berusaha
mencari solusi poduk terbaik yang cocok untuk kulit wajahnya.
Dasar – dasar sikap
Beberapa
sikap didasarkan pada informasi yang telah diteliti. Jadi, jika kamu sedang
merencanakan sebuah perjalanan ke bioskop dan perlu untuk menentukan film mana
yang akan dilihat, kamu mungkin membaca tinjauan-tinjauan publik atau meminta
rekomendasi teman. Informasi yang telah kamu kumpulkan akan tersedia sebagai
dasar untuk membentuk sikapmu terhadap filmnya, bahkan sebelum kamu melihatnya.
Pendeketan
kedua mengusulkan, bahwa sikap dibentuk oleh perasaan atau firasat. Kita
membentuk sikap terhadap beberapa produk dengan mencobanya. Hal ini biasanya
terjadi pada produk-produk yang murah. Sebagai contoh jika kamu ingin menemukan
vanila coca-cola, jalan termudahnya adalah membelinya, mencobanya, dan
menentukannya. Meskipun sikap
sendiri mungkin tidak memprediksikan tingkah laku, hal ini masih menjadi konsep
yang sangat kuat dalam pemasaran. Jika kita sanggup untuk mempengaruhi sikap
konsumen, maka kita bisa mempengaruhi penjualan secara langsung.
Dua
kelompok variabel telah menunjukkan bisa mempengaruhi komunikasi pada sikap
konsumen. Pertama, sumber kepercayaan dan ketertarikan sangat penting untuk
merubah sikap. Jika informasi disediakan oleh seseorang yang dipercaya dan
dihargai oleh konsumen, maka pesan yang meraka sampaikan akan mudah dipercaya. Untuk alasan ini, banyak pesan-pesan
pemasaran disampaikan oleh orang-orang dengan beberapa jenis keahlihan, seperti
seorang dokter gigi yang sedang memuji keunggulan pasta gigi colgate. Sebagai
konsumen, kita harus memastikan akurat kepercayaan sumber tersebut.
Grup
dari variabel kedua berhubungan dengan pesan itu sendiri. Hal itu termasuk aspek persepsi dari memperhatikan, seperti
elemen visual atau kejelasan, aspek mempelajari dan mengingat seperti
pengulangan, 1 vs 2 sisi argumen, atau perbandingan periklanan, dan aspek
ketertarikan seperti emosi, hasrat, humor, dan perasaan takut.
Ketika sebuah pesan itu
kompleks, atau ketika terdapat kecocokan antara produk dan pendukung, pembicara
akan menjadi lebih terpercaya. Ada beberapa faktor yang secara negatif dapat
mempengaruhi kepercayaan pembicara. yang pertama merupakan keterlampauan dan
dapat terjadi ketika seorang pembicara menyokong terlalu banyak produk pada
satu tingkat dalam karirnya. Pemain basket Michael Jordan menyokong kira-kira
37 produk, dia sangat puas dengan menjadi seseorang yang mencolok. Hal ini akan
mengurangi ketertarikan dari iklan ketika jordan menjadi pembicaranya.
A
reference from hayden Noel. Consumer Behaviour. (Switzerland: AVA
Publishing SA. 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar