Jumat, 01 Mei 2020

Sarjana Manajemen Dakwah



22 Februari 2019
                Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru terealisasi sekarang, yayaya dasar aku !!! Meski baru tersampaikan sekarang, salah satu momen pencapaian keberhasilan dalam hidup itu masih lekat di ingatan. Ya, momen dimana nama saya bertambah 4 abjad lebih panjang. Momen dimana perjuangan orang tua saya berbuah manis. Momen dimana anak desa seperti saya mendapatkan kesempatan bisa menyandang gelar sarjana yang belum tentu beruntung didapatkan oleh anak lain.

Jum’at pagi kala itu, kami semua bersiap memakai baju hitam putih, berjas lengkap, bersepatu rapi dan siap memasuki aula fakultas untuk mengikuti proses yudisum. Namun hari itu berbeda seperti suasana 3,5 tahun lalu saat kami bersama-sama memasuki kampus pertama kali. Hidup terus maju. setiap pertemuan akan menemui waktu perpisahannya. Sedih sudah pasti, sebagian dari kami harus pergi dulu untuk meninggalkan kampus, meninggalkan teman-teman yang tertinggal, meninggalkan kenangan yang hanya mampu disimpan di dalam hati untuk pencapaian yang baru.
Pak dekan melepas kami sebagai lulusan alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi melalui forum yudisium fakultas. Namun satu hari sebelum hari H, ada salah satu dosen yang menghubungi ponsel HP saya yang mengimbau agar ketika proses yudisium orang tua saya ikut hadir. Rasa bahagia, bangga, terharu, dan sedih berkecamuk menjadi satu. Perjuangan saya selama 3,5 tahun menuai hasil. Mata berkaca-kaca ketika nama saya disebut menjadi lulusan terbaik ke-2 di prodi. Langkah pelan mulai saya pijakkan untuk maju ke depan sambil diwarnai sorakan dari teman-teman. Saya berdiri di depan semua audiens bersama teman-teman yang mendapatkan gelar lulusan terbaik untuk menerima penyematan slempang dan penerimaan penghargaan dari fakultas. Akan tetapi, orang tua saya kala itu berhalangan untuk hadir. Jadi, saya berdiri dengan tegap seorang diri untuk menerima penghargaan itu. But its no problem. Jarak rumah dan kampus juga cukup jauh kasihan jika mereka harus wara wiri. Dear Bapak dan Ibu, semua pencapaian ini saya dedikasikan untuk kalian.


 Officially, S. Sos

Penyemanatan Slempang dan Penyerahan Penghargaan

 Bersama Sekprodi yang baiknya Subhanallah
 Teman-teman angkatan yang lulus bareng


Seusai prosesi yudisium selesai, rencananya akan diadakan GR di sport center/gedung yang akan kami pakai untuk wisuda esok. Namun karena waktunya yang cukup sore dan saya harus mengejar waktu untuk sampai rumah kembali. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Perjalanan  dari Surabaya-Mojokerto kala itu cukup melelahkan. Rasa capek karena rangkaian acara ceremonial dari pagi membuat tangan saya mulai melemas saat mengendarai motor. Konsentrasi menurun dan saat melewati area jalanan sepanjang pabrik, ada truk yang berhenti mendadak karena satpam menghentikan sebentar sebagai jalan karyawan menyeberang. Sontak saya kaget dan seketika menarik rem motor. Namun suasana itu benar-benar terjadi begitu singkat hingga membuat saya hilang kendali. Motor saya berguling dan untungnya saya langsung mengambil posisi untuk segera bangun dan menghindar. Syukur alhamdulillah, Tuhan sepertinya masih mengizinkan saya untuk mengikuti proses wisuda besok dengan kondisi yang sehat. Tidak ada luka yang perlu dikhawatirkan, hanya memar yang ketika dipijat sudah membaik. Namun motor depan saya rusak parah karena menabrak belakang truk. Kalau difikir, sebenarnya ini salah saya yang kurang konsentrasi ketika mengendarai. Tapi supir truknya turun dan menolong saya bahkan ngasih saya uang untuk perbaikan motor haha. Saya masih ingat saat itu saya hanya terdiam tanpa kata seperti orang linglung dan langsung pulang sendiri melanjutkan perjalanan menaiki motor yang sudah rusak depannya tanpa minum air putih dulu untuk sekedar menenangkan hahaha astaga.

kondisi motor pasca kecelakaan haha

23 Februari 2019
                Akhirnya, hari saya dan teman-teman se-angkatan lulusan yang lain datang. Hari berakhirnya segala kehidupan kami di kampus. Hari dimana kami benar-benar dilepas sebagai seorang sarjana. Saya datang bersama keluarga dari rumah. Seperti umumnya wisudawati, saya memakai set kebaya berwarna cream dan make up natural lengkap dengan pakaian wisuda dan toga. Rasa haru menyelinap ketika pak rektor memindahkan tali toga sebagai lambang kami benar-benar sah menjadi alumni. Air mata tiba-tiba menetes ketika grup paduan suara menyanyikan lagu Hymne UINSA. Lagu yang fenomenal tidak ada yang berubah dari saat pertama kali saya dengar ketika ospek, hanya saja suasana dan waktunya yang tak lagi sama. Satu hari wisuda membuat saya berasa menjadi ratu sehari, karena harus menemui teman-teman yang rela datang untuk sekedar memberi ucapan selamat bahkan banyak yang baik hati untuk sending a gift. Aawww terharu terima kasih sayang kalian semua !!! Kata sampai jumpa lebih tepat saya ucapkan ketika mobil mulai melaju meninggalkan Kota Surabaya dan segala kenangannya, karena saya yakin suatu saat akan ada kesempatan kita bertemu lagi meski dengan suasa yang berbeda. Terimakasih Surabaya, terimakasih UINSA, terimakasih Manajemen Dakwah, terimakasih dosen dan teman-teman semua untuk 3,5 tahun yang luar biasa ini. Berikut sebagian kecil foto-foto dokumentasi.
Bersama keluarga
 Bersama teman-teman Manajemen Dakawah
Bersama Kiki, teman dari zaman cari kos di awal kuliah

Gift dari teman-teman
Bersama 3ple trouble 
Bersama teman-teman KKN
Bersama teman-teman kos menyeramkan haha

1 komentar:

Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...