Kamis, 25 Januari 2018

Menulislah, Jangan Ragu !!!




Menulis bukan tentang sebuah bakat atau hobi. Semua orang bisa menulis. Bagi saya, menulis merupakan kemauan seseorang. Jika kalian mempunyai tekad untuk mau menulis dengan sabar, saya yakin kalian pasti akan terbiasa. Ada beberapa orang yang bisa menyatakan pemikiran dan pendapatnya secara langsung dengan pandai berucap. Namun ada juga seseorang yang tidak mempunyai skill public relation yang bagus, sehingga dia memilih menulis untuk menyampaikan gagasan fikirannya. Sampai saat ini, saya sendiri tidak tau bagaimana tulisan itu bisa mendapatkan predikat yang bagus. Yang saya tau, tulisan yang sederhana dan membuat para pembacanya larut disana itu sudah lebih dari cukup tanpa harus berlebihan merangkai suku kata yang indah.
Menulis tidaklah sulit. Hanya saja mungkin kita tidak tau bagaimana cara memulainya. Ikuti saja alur pemikiran kalian. Tulis apa yang kalian kehendaki. Kalian bisa memulai menulis mulai dari hal-hal yang kecil, seperti diary kalian setiap hari mungkin. Percaya atau tidak percaya, saya mempunyai tumpukan diary yang banyak tentang cerita masa sekolah. Dan entahlah, sejak menginjak SMA saya sudah jarang lagi menulis. Faktornya memang tentang kemauan dan waktu. Jika kalian mempunyai kemauan untuk menulis, kalian pasti akan menyisakan sedikit waktu saja walau hanya untuk menulis satu paragraf.
Jangan bergegas ingin membuat tulisan kita bagus dan banyak disukai para pembaca. Karena pada dasarnya persepsi seseorang itu beragam. Ada kalanya tulisan itu bagus bagi kita, namun ternyata biasa saja bagi seseorang. Dan ada kalanya tulisan itu biasa bagi kita, tapi bagi seseorang tulisan itu sangat berguna, seperti sebuah informasi pengalaman yang penting. So, jika kalian bingung menulis, kalian bisa menulis tentang topik pengalaman kalian yang sekiranya bermanfaat untuk orang lain.
Menginjak pada langkah selanjutnya, jika kalian sudah mulai kecanduan dengan menulis, kalian bisa memulai menulis tentang artikel, opini, atau mungkin jika kalian mempunyai jiwa sastrawan kalian bisa memulai membuat karya-karya keren. Kalian bisa memulai membuat puisi, sajak, prosa, ataupun novel. Tapi jangan terburu-buru, semua membutuhkan proses. Tere Liye tidak secepat itu menjadi penulis yang terkenal dengan karya-karyanya. Dee Lestari juga tidak semudah membalikkan telapak tangannya untukmenciptakan novel yang keren. Bahkan Kahlil Gibran juga membutuhkan waktu agar puisinya banyak dikenal masyarakat luas. Jika kalian keberatan untuk memulai mengarang, kalian bisa seperti Pidi Baiq, dimana dia menulis perjalanan kehidupan seseorang dalam sebuah novel yang berjudul “Dilan 1990” yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di kalangan remaja. Atau mungkin jika kalian adalah salah satu orang yang beruntung dengan memiliki berbagai kisah yang menarik, kalian bisa menulis tentang perjalanan kalian sendiri untuk dibukukan. Trust me, ini jauh lebih keren dari segalanya.
Jika saat ini hanya kalian yang bisa membaca tulisan kalian, maka percayalah suatu saat nanti akan ada banyak orang yang menjadi saksi perjalanan tulisan kalian. Bahkan jika jasad kalian sudah tidak ada lagi, tulisan kalian akan tetap dikenang oleh para pembaca setia kalian. Menulislah, jangan ragu !!! Percayalah, tulisan juga bisa mewakili perasaan seseorang. Ada beberapa hal yang terkadang memang tidak bisa diutarakan secara langsung. Saat kalian benar-benar ingin meluapkan segalanya, maka menulislah !! Itu adalah pilihan yang tepat. Sabar dan terus berdoa. Jika suatu saat tulisan itu sudah sampai kepada orang yang kalian tuju, bisa jadi kalian tidak akan mengenali kehidupan kalian lagi di tulisan itu. Karena tulisan itu sudah cukup untuk mewakili jalan cerita kalian saat itu. Menulislah untuk hari ini, esok, lusa, dan selamanya. Karena ingatan tidak begitu kuat untuk menampung memori dan berbagai ide fikiran yang terus berkembang.
SALAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sarjana Manajemen Dakwah

22 Februari 2019                 Sudah satu tahun lalu berlalu, namun keinginan untuk celebrating moment lewat tulisan baru tereali...